Halloween Costume ideas 2015
Rilis Terbaru

SUARA.NABIRE - Pelaksanaan diskusi panel tokoh-tokoh intelektual dari 9 suku pemilik hak datuk tanah adat Nabire untuk memberi dukungan kepada salah satu Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Nabire yang dianggap sebagai "Anak Adat" dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) nanti, berlangsung di pantai Kamasan Wadio Nabire, pada Sabtu (27/03/2021)

Diskusi yang berlangsung selama sehari tersebut diikuti oleh kurang lebih 250 orang perwakilan anak-anak adat dari 9 suku pemilik hak datuk tanah Nabire. Adapun sembilan perwakilan kepala suku dan Tokoh intelektual dari masing masing suku antara lain:
  1. Suku Wate: Elon Raiki
  2. Suku Yeresiam Goa: Ayub Kowoi
  3. Suku Umari: Lambertus Mareku
  4. Suku Me lembah: Oto Magai
  5. Suku Yaur: Aser Andoy
  6. Suku Boa: Piet Hein Sayori
  7. Suku Mora: Yulian Worumboni
  8. Suku Ause: Elias Pokapa
  9. Suku Keuw: Yohanes Ekampa.
Kesembilan suku tersebut mendiami dataran tinggi pedalaman Nabire dimulai dari Ororodo sampai dengan Dipa, Menou dan dari ujung Kamarisano sampai dengan Goni.

Ketua panitia pelaksana kegiatan, Feliks Makay, yang juga selaku anak adat pemilik hak datuk mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam menyatukan kembali tali persaudaraan

"Kegiatan ini kami lakukan guna mempersatukan tali persaudaraan kami yang selama ini hilang diantara kita yang mendiami dataran tinggi Nabire dan mereka yang mendiami pesisir pantai Nabire", ujar Feliks Makay.

Ditambahkan Feliks bahwa kegitan tersebut juga dilakukan untuk menyatukan persepsi dan pemahaman bagi anak-anak adat pemilik hak datuk dari 9 suku yang ada di Nabire.

"Kenapa hal ini kami lakukan? Agar jangan lagi ada pengkotak-kotakan antara kami yang ada di gunung dan mereka yang ada di pesisir pantai, serta kami anak-anak adat ini jangan lagi terpecah belah karena kondisi politik pasca pemilihan Bupati tanggal 9 Desember lalu, dan pasca keputusan MK dalam pemilihan Pilbub tahun 2021 kemarin," jelas Feliks.

Feliks Makay juga mengatakan bahwa sudah saatnya rakyat Nabire bersatu, khususnya pemilik hak datuk tanah Nabire sehingga kuat dan solid untuk menyongsong PSU Bupati dan Wakil Nabire.

Ketika ditanyai oleh awak media ini terkait kandidat mana yang nanti akan dipilih pada PSU Calon Bupati dan Wakil Bupati Nabire, Feliks mengatakan bahwa mereka sudah mempunyai pilihan yaitu salah satu Paslon yang dianggap sebagai "Anak Adat" yang punya Nabire.

Senada dengan itu, Kepala suku besar Yeresiam Goa, Ayub Kowoy, yang mewakili 9 kepala suku mengatakan bahwa mereka berkumpul dan merapatkan barisan untuk kembali mendukung kemenangan salah satu Paslon dalam PSU Nabire nanti yang dianggap sebagai Anak Adat.

"Intinya adalah patut kami berkumpul disini untuk merapatkan barisan dan bersatu kembali, dimana kemarin kita 9 kepala suku belum bersatu, sekarang ini mari merapat, kita satukan barisan demi anak cucu kita ke depan nantinya," ujar Ayub Kowoy.

Pada tempat yang sama, dua perwakilan anak muda pemilik hak datuk tanah adat Nabire, Niko Waray dari Suku Wate dan Mirna Hanebora dari Suku Yeresiam juga menyampaikan bahwa sudah saatnya mereka bersatu kembali untuk mengembalikan hak kesulungan mereka yang selama ini telah dirampas oleh orang lain.

"Harapan saya sebagai anak muda mewakili suku Yerisiam, nanti yang saya harapkan adalah Nabire harus dipimpin oleh anak asli Nabire." ungkap Mirna Hanebora.

Mirna tegas mengatakan bahwa untuk Nabire bisa bangkit, maka itu harus ada anak asli Nabire yang pimpin Nabire. "Untuk itu saya menghimbau dari Goni sampai Kamarisano saya punya kerinduan untuk Nabire adalah mari kita bersatu, sebab sudah 55 Tahun dari Tahun 66 sampai sekarang, kita tidak diberikan kesempatan menjadi pemimpin di Nabire," jelas Mirna.

Dikatakan Mirna bahwa usia 55 Tahun ini usia setengah abad, sehingga waktu sekarang bukan waktu lagi untuk mereka harus di asuh lagi oleh orang. "Tapi kita bangkit dari kegagalan dan kekalahan kita untuk membangkitkan generasi kita maju menjadi seorang pemimpin di tanah kami, Nabire," tutur Mirna

Menutup ulasannya, Mirna menyampaikan bahwa untuk merebut kembali Nabire semua harus mengatur kamar adat Nabire dengan baik ke depannya nanti. "Kita tidak menjadi penonton di tanah ini. Jadi kita harus merubah sistem diatas tanah ini, kita pemainnya," demikian tutup Mirna Hanebora. (Red)

Editor: Yubelince Pekey

SUARA.NABIRE, WAMENA - Salah satu keindahan alam Papua yang menyimpan keunikan dan pesonanya tersendiri adalah Sungai Baliem di kabupaten Jaya Wijaya yang letaknya tepat di lembah Baliem.

Adapun sungai Baliem memiliki panjang sekitar 60–80 km, dengan total panjang keseluruhan 414.2 km (257.4 mi). Sementara lebar minimum 15 m (49 ft) dan lebar maksimum 20 m (66 ft), yang mengalir melalui Lembah Baliem ke arah selatan dan bermuara di Pantai Asmat.

Berikut ini 5 (lima) keunikan yang akan Anda dapatkan jika berkunjung ke sungai Baliem.

1. Terletak di dataran tinggi dengan kadar air yang dingin
Sungai Baliem memang unik, karena terletak pada dataran tinggi yang ketinggiannya mencapai 1650 meter di atas permukaan laut, serta sungai ini sangat terkenal dengan kadar airnya yang dingin, bersuhu 14 hingga 18°C.

2. Terdapat jenis hewan cherax
Keunikan lainnya bahwa di sungai Baliem terdapat jenis hewan yang mengandung nilai adat yang tinggi bagi masyarakat sekitar, sama tinggi nilainya dengan ubi (hipiri) dan babi (wam). Hewan tersebut sejenis cherax spp yang merupakan genus lobster air tawar, yaitu genus udang karang terbesar.

Cherax spp atau genus udang karang ini suka bermain di lumpur. Pada malam hari hewan tersebut akan muncul dan bermigrasi ke pinggir sungai, sedangkan paginya mereka akan kembali ke perairan sungai yang dalam.

3. Pinggiran sungai terdiri dari rawa-rawa
Pada kawasan pinggiran sungai terdapat rawa-rawa yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk melepaskan hewan ternak babi. Sepanjang tepian sungai Baliem ini dapat dikelola menjadi objek pariwisata, perkebunan, dan pertanian. Dimana pada daerah sepanjang tepian sungai banyak tersdapat lahan perkebunan Suku Dani.

4. Terdapat udang selingkuh
Uniknya, di sungai Baliem ini terdapat habitat alami udang selingkuh, yakni udang endemik sungai Baliem. Bagian belakang hewan ini memang berbentuk udang, namun bagian depannya mirip seperti kepiting.

Adapun istilah "Udang Selingkuh" merupakan nama dari udang air tawar. Aslinya hanya dapat ditemukan di Sungai Baliem, Papua ini. Udang ini memiliki nama yang unik karena memiliki bentuk badan yang mirip dengan udang. Tapi memiliki capit seperti kepiting. Oleh karena itu udang ini anggap berselingkuh dengan kepiting.

Ukuran udang ini lebih besar dibandingkan dengan udang pada umumnya. Pada awalnya Udang Selingkuh ini ditemukan oleh tim peneliti Balai Arkeologi Papua, di Goa Togece Kampung Parema, Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Konon diketahui bahwa bibit Udang Selingkuh ini pernah di tabur untuk pertama kalinya oleh seorang senior Guide/Pemandu senior di Sungai Baliem pada tahun 1961. Maka sejak itulah Udang Selingkuh perlahan mulai berkembang di Sungai Baliem. Hingga saat ini sudah menjadi salah satu kuliner khas Papua. Yang pastinya banyak digemari oleh para pecinta kuliner.

5. Bentuknya berkelok seperti ular besar
Aliran sungai Baliem terlihat berkelok dan berliku-liku mirip seperti seekor ular besar. Menurut cerita mitos suku Dani, terjadinya sungai ini memang berawal dari seekor ular besar yang konon suka memangsa anak laki-laki.

6. Mitos terbentuknya sungai Baliem
Sungai Baliem memiliki mitos yang dipercaya oleh suku Dani menjadi asal mula terbentuknya sungai ini. Konon hiduplah satu keluarga yang merindukan kehadiran anak laki-laki ditengah keluarga mereka. Pada suatu ketika saat yang dinantikan itu pun tiba, dimana anak laki-laki yang sangat dirindukan itu lahir di tengah-tengah keluarga tersebut.

Namun kelahiran anak laki-laki yang mereka cintai itu menjadi kerisauan tersendiri mengingat saat itu masyarakat dihebohkan dengan munculnya seekor ular besar yang suka memangsa anak laki-laki.

Sehingga keluarga itu pun melakukan penjagaan ekstra ketat terhadapa anak laki-laki mereka itu. Jika kedua orang tuanya pergi berkebun, maka anak perempuan mereka ditugaskan untuk menjaga adik laki-lakinya, dengan pesan agar segera memanggil bapaknya jika ular besar itu datang.

Singkat cerita, suatu saat ular itu pun datang dan ingin memangsa anak laki-laki dari keluarga tersebut. Anak perempuan kemudian bergegas berteriak memanggil bapaknya. Bapaknya pun datang dengan membawa kapak batu dan menyerang ular tersebut, maka terjadilah pertarungan hingga beruujung pada tewasnya ular besar itu dengan dipotong menjadi dua oleh bapak dari anak-anak laki itu.

Dengan peristiwa itu, ular besar itu kemudian diyakini oleh masyarakat telah berubah menjadi sungai Baliem, dimana kepalanya mengalir ke utara dan ekornya mengalir ke selatan.

Meskipun saat ini sungai Baliem ini tidak lagi mengalir ke utara, sebab menurut cerita masyarakat sekitar bahwa pernah terjadi gempa bumi atau tanah longsor pada masa lalu sehingga menutup aliran Sungai Baliem yang mengarah ke utara.

Namun apapun itu, sungai Baliem tetap saja menyimpan keunikan dan sejuta pesona alam Papua yang tiada taranya dan patut untuk dilestarikan. (Red)

Editor: Musafir Nawipa

GALERI FOTO


Kent Sroyer (Pimpinan Suara Nabire) dan Yus Baminggen (Pimpinan Lanny.News)


Abdy Busthan (Pendiri Kompas.Papua)

Yus Baminggen, Abdy Busthan dan Kent Sroyer

SUARA.NABIRE, MULIA l Ratusan warga bersama Kepala Distrik dan Kepala Kampung yang berasal dari 302 Kampung dan 27 Distrik, mendatangi kantor DPRD Puncak Jaya pada Kamis (25/3/21) dan meminta klarifikasi terkait otak dan dalang di balik kisruh persoalan pemilihan Kepala Kampung yang diduga adalah oknum SG, salah satu anggota DPRD Puncak Jaya.

Oleh para kepala kampung dan kepala distrik, SG dianggap menjadi dalang dan beking kisruh persoalan pemilihan kepala kampung Kabupaten Puncak Jaya, sehingga meminta kepada Badan Kehormatan DPRD untuk segera menindak tegas oknum SG

Menurut mereka, setelah menerima aspirasi dari masyarakat yang mengaku kecewa dengan tindakan oknum pejabat publik tersebut yang menggiring opini dan memberitakan berita hoax dan isu miring terkait kepala kampung, bahkan melontarkan provokasi bahwa Bupati akan di tahan. Isu tersebut dikhawatirkan akan menjadi masalah baru ditengah masyarakat.

Usai melakukan aksi, awak media ini secara ekslusif mewawancarai Irianto Wonda selaku Ketua Forum Peduli Puncak Jaya dikediamannya

Didampingi beberapa Kepala Kampung dan Kepala Distrik, Irianto menyampaikan bahwa oknum SG harus segera menjelaskan kepada publik terkait tuduhannya mengenai dugaan korupsi dana kampung di Puncak Jaya sebesar 160 Miliar

“Kami seluruh masyarakat, para Kepala Distrik dan Kepala Kampung, meminta kepada saudara SG atau oknum yang bermain di Kejati Papua untuk memberikan penjelasannya atas tuntutan siapa yang membuat drama di Kejati Papua bahwasanya ada dugaan korupsi dana kampung di Puncak Jaya dengan jumlah 160 Miliar,” demikian ungkap Irianto

Irianto menambahkan bahwa aksi mereka mempunyai dasar yang kuat karena memiliki saksi dari masyarakat yang dianggap ikut menyaksikan SG yang saat itu sudah membuat perjanjian 125 jabatan kepala kampung, serta memprovokasi mantan kepala kampung dengan mengatasnamakan masyarakat Puncak Jaya dan 125 mantan Kepala Kampung lalu membuat drama di Kejati Papua.

"Semua yang dilakukan oknum SG itu merupakan tindakan tidak terpuji karena dianggap sudah tidak menghormati para kepala kampung yang sah di lantik Bupati Puncak Jaya," tutur Irianto.

Irianto dalam kesempatan itu juga menegaskan bahwa apabila dikemudian hari saudara SG dan beberapa oknum terkait mencoba membuat drama baru lagi terkait jabatan kepala kampung, maka pihaknya dan seluruh masyarakat Puncak Jaya akan mencari dan meminta pertanggungjawaban saudara SG

"Karena yang bersangkutan sudah ikut terlibat mematikan SDM masyarakat Puncak Jaya dan mengganggu penyelenggaraan pemerintahan di Puncak Jaya,” pungkas Irianto

Dengan demikian maka Irianto berharap tuntutan masyarakat Puncak Jaya kepada DPRD Puncak Jaya untuk segera memanggil oknum SG untuk mengklarifikasikan perbuatannya.

“Segera menghadirkan SG agar dapat mengklarifikasi tindakannya direkaman video yang beredar di dunia maya dan membawa kepala suku Sentani, Saireri dan masyarakat Sentani serta Kerom yang mengatasnamakan 125 kepala kampung dan mendatangi Kejati membuat laporan tidak benar tanpa bukti,” tegas Irianto

Diterangkannya pula bahwa hal tersebut dianggap sudah mencemarkan nama baik Pemerintah Daerah Puncak Jaya serta reputasi Bupati yang sah, untuk itu masyarakat meminta agar SG segera dihadirkan karena tindakan SG dianggap dapat menciptakan perang suku susulan

Menutup penjelasannya, Irianto menekankan apabila dalam waktu 2 minggu Ketua DPRD tidak menghadirkan SG untuk klarifikasi, maka masyarakat akan melakukan investigasi mandiri serta mengancam akan menurunkan massa yang lebih besar. (Red-Humas PJ)

Editor: Yubelince Pekey

SUARA.NABIRE, MANOKWARI l Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing, melalui Direktur Kriminal Umum Polda Papua Barat, Kombes Pol Ilham Saparona, mengatakan bahwa pelaku penikaman dua warga di Manokwari (Hugo dan Daud) dengan inisial AA, sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan untuk diproses hukum.

“Beberapa jam setelah insiden, anggota polisi langsung bergerak cepat dan menangkap tersangka serta alat bukti yang digunakan menikam kedua korban sehingga meninggal dunia. Saat ini tersangka sedang jalani proses pemeriksaan,” ungkap Ilham kepada awak media pada Selasa, (23/03/2021).

Ditambahkannya bahwa tersangka menikam kedua korban karena dipicu ketersinggungan antara korban dan tersangka, sehingga tersangka tak berfikir panjang dan langsung main hakim sendiri.

“Kami masih dalami lagi. Tersangka kondisi normal tanpa dipengaruhi miras,” tegas Kompol Ilham Saparona

Ditempat yang sama, Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi juga membenarkan penangkapan tersangka penikaman dua warga di Mess Ladies Karaoke Princess, Jalan Trikora Wosi, Manokwari, Papua Barat, pada Selasa dini hari, 23 Maret 2021.

“Terkait perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 338 dan atau 351 Ayat 3 dengan ancaman kurungan badan atau penjara seumur hidup,” demikian beber Adam

Menurut Adam, pada Pukul 04.30 WIT terjadi insiden penusukan oleh tersangka berinisial AA kepada dua orang korbannya. “Tersangka ditangkap Pukul 11.00 WIT oleh anggota Polres Manokwari,” terang Adam

Kejadian bermula saat tersangka datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) Pukul 03.00 WIT, kemudian tersangka duduk di depan Mess Ladies Karoke Princess. Beberapa saat kemudian kedua korban datang berteriak-teriak dengan ucapan: “Jangan mau dengan laki-laki ini, dia tak punya uang”.

Selanjutnya, lanjut Adam, tersangka masuk ke dalam ruangan, tapi kedua korban masih berteriak dengan ucapan yang sama. “Tersangka akhirnya tak tahan mendengar ucapan kedua korban. Sehingga tersinggung, merasa di hina dan menikam korban,” beber Adam

Adapun dampak dari penikaman Hugo dan Daud itu membuat emosi warga tak terbendung sehingga sejumlah fasilitas umum dan rumah warga, serta pertokoan di Manokwari, menjadi sasaran amuk massa dengan lemparan batu.

Menutup penjelasannya, Adam menghimbau warga untuk tidak terprovokasi dan melakukan aksi berlebihan sehingga mengganggu situasi serta kondisi yang sudah mulai kondusif. (Red)

Editor: Sonya MDD

SUARA.NABIRE - Dalam rangka membangun sinergitas dalam kerja sama antara Polri dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di kabupaten Nabire, dilaksanakan kegiatan Da'i Kamtibmas yang bertempat di Aula pertemuan Ganjar Waluyo, Jalan Surojotanoyo, Kelurahan Karang Mulia, Kabupaten Nabire, pada Kamis (25/3/2021), Pukul 09.00 WIT

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Nabire AKBP Kariawan Barus SH. S.IK, MH., Ketua DPD LDII Kabupaten Nabire, H. Nuryadi, S.Pd., M.MPd., Kapolsek Nabire Kota, AKP Erol Sudrajat, S.Sos, M.Si., Ketua FKUB Kabupaten Nabire, Pdt. Yunus Mbaubedari, S.Th., Kepala Kementrian Agama Kabupaten Nabire, Yaped Iyai S.Th., Kasat Binmas Polres Nabire AKP Afrets M. Tatitatu, Kanit Binmas Polsek Nabire Kota, Ipda Nasirun, dan Babinkamtibmas Karang Mulia beserta Babinsa Karang Mulia.

Turut dihadiri pula 40 orang dari LDII dan perwakilan dari Muhamadiyah, N.U dan Remaja Masjid BEM Stais, beserta Anggota Polres Nabire dan Senkon Mitra Polri Nabire.

Acara dimulai dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan Ketua DPD LDII Kabupaten Nabire, yang selanjutnnya disambung dengan Penyajian Materi oleh tiga Narasumber.

Materi pertama tentang Da'i Kamtibmas dibawakan oleh Kapolres Nabire, AKBP Kariawan Barus SH, S. IK, MH. Sementara materi tentang Moderasi Beragama dibawakan oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Nabire, Yaped Iyai, S.Th. Sedangkan materi tentang Kerukunan Antar Umat Beragama dibawakan oleh Ketua FKUB Kabupaten Nabire, Pdt. Yunus Mbaubedari, S.Th

Adapun kegiatan Da'i Kamtibmas juga bertujuan untuk mewujudkan stabilitas keamanan yang kondusif serta konstribusi LDII untuk masyarakat Kabupaten Nabire. (Red)

Editor: Ika Putri

SUARA.NABIRE - Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura menggelar kegiatan Fasilitasi dan Uji Sertifikasi Tenaga Konstruksi selama seminggu di kota Nabire, yang dimulai sejak hari Jumat (19/03/2021)

Udin Kalla mewakili pihak Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura, ketika ditemui awak media ini mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan selama seminggu itu berlangsung di beberapa tempat diantaranya, SMK Negri 2 Nabire, Hotel Anggrek, dan hari ini di Aula PU Nabire.

"Kegiatan ini adalah kegiatan uji kompetensi bagi tenaga kerja di seluruh Indonesia sesuai dengan Undang Undang Nomor 17 Tahun 2017, bahwa setiap tenaga kerja di Indonesia wajib memiliki sertifikat," demikian ungkap Udin kepada awak media ini pada Kamis (25/03/21).

Ditambahkan Udin, untuk itulah salah satu keberpihakan pemerintah pusat kepada daerah maka dengan ini pihaknya melakukan uji kompetensi bagi tenaga kerja yang ada dikabupaten Nabire. "Karena Nabire juga mendapat jatah untuk kita sertivikasi tenaga kerjanya khusus kontruksi," tutur Udin

Terkait dengan jumlah peserta, Udin mengatakan bahwa peserta yang mengikuti kegiatan itu cukup banyak. "Di Aula ini sendiri aja sekitar 120 orang peserta, dimana untuk SMK ada sekitar 49 peserta, dan dari Gapeknas sendiri sekitar 30 peserta," bebernya.

Adapun tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Nabire yang mengikuti kegiatan tersebut adalah SMK Negeri 2 Nabire, SMK Menara Ilmu dan SMK Asafiyah Nabire


Bapak Udin Kalla

Dijelaskan Udin bahwa ada beberapa manfaat bagi mereka yang mengikuti kegiatan tersebut. "Ibarat kita menaiki motor kita harus punya SIM, karena undang undang menyatakan setiap tenaga kerja konstruksi wajib memiliki sertifikat serta legalitas untuk bekerja, apalagi bidang konstruksi," jelas Udin

Selain itu, menurut Udin, sertifikasi juga bisa digunakan di bidang usaha konstruksi dalam membuat CV atau PT, dan sertifikatnya bisa digunakan dalam pelelangan proyek, jalan, jembatan, irigasi dan lainnya, terkhususnya konstruksi.

"Sertifikat ini nantinya juga menjamin tenaga kerja konstruksi bisa mendapatkan pembayaran atau gaji yang layak sesuai dengan sertifikat yang didapatkan oleh tenaga kerja itu sendiri," ungkapnya.

Ibu Penina A Auparay (Peserta)

Ditempat yang sama, Ibu Penina Analisa Auparay, yang merupakan salah satu peserta, mengatakan bahwa kegiatan yang baru pertama kali diikutinya itu dirasakan sangat bermanfaat, khususnya bagi mereka pengusaha-pengusaha yang kebetulan bergerak dalam bidang konstruksi.

"Serta hal ini membuka peluang bagi pengusaha-pengusaha muda Papua untuk bisa mengembangkan sayap lagi dalam jasa konstruksi. Kalau bisa kegiatan seperti ini dilakukan setiap tahun kepada anak-anak muda Papua," demikian ucap Ibu Penina

Sehingga ke depannya, lanjut ibu Penina, mereka anak-anak muda itu juga bisa bekerja dan bersaing dengan saudara-saudara kita yang dari luar Papua. (Red)

Editor: T Numberi

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget