Halloween Costume ideas 2015

Kumpulan Kalimat-Kalimat Bijaksana (Mutiara Kata)

Kehidupan:

Hidup ini tak semudah Anda menurunkan celana dalam. (Abdy Busthan)

Orang munafik selalu menggunakan dua jalur, sekalipun ia berada di jalan berbatu dan berduri! (Abdy Busthan)

Cara yang paling terbaik untuk mengalahkan orang yang sombong adalah, dengan memberikannya pujian sebanyak mungkin! (Abdy Busthan)

Saya meyakini Tuhan adalah eksistensi yang tidak ada hubungannya dengan spiritualitas manusia! (Abdy Busthan)

Semua ada waktunya, tapi waktu tidak selamanya ada (Abdy Busthan)

Kesempatan yang baik adalah menggunakannya dengan baik. (Abdy Busthan)

Seseorang akan berada satu tingkat di atas penderitaan dan kesulitan hidup, ketika ia memahami dengan tepat, siapa dirinya yang sebenarnya, bukan dengan memahami kelebihan dan kekurangan orang lain! (Abdy Busthan)

Jika keadilan itu dipersoalkan, akan timbul akar kuadrat di situ. (Abdy Busthan)

Anda akan mendapat paling banyak "perhatian" dari orang yang membenci Anda. Demikianpun sebaliknya, Anda akan memberikan banyak perhatian, justru kepada orang yang paling Anda benci. (Abdy Busthan)

Masalah kecil akan menjadi besar jika tidak diperkecil. Sedangkan masalah besar akan menjadi kecil jika tidak diperbesar (Abdy Busthan)

Dalam keadaan tersulit sekalipun, ada tangan Tuhan di situ! (Abdy Busthan)

Batas yang membedakan antara sesuatu yang fana dengan sesuatu yang kekal, dalam keberadaannya, tidak akan mungkin disebabkan oleh natur manusia yg dikuasai oleh hukum sebab akibat. Sebab batas itu adalah dimensi "ruang dan waktu". (Abdy Busthan)

Orang yang tidak pernah percaya pada siapa pun, adalah juga orang yang tidak pernah dipercaya oleh siapa pun! (Abdy Busthan)

Hal yang membuat binatang berada satu tingkat di atas manusia adalah: manusia sering membinatangkan dirinya, sehingga terciptalah kebun binatang yang sangat sempurna, dalam hati, pikiran dan perbuatannya. (Abdy Busthan)

Tahun baru dan tahun lama sama saja. Yang terpenting dari semuanya adalah hati, pikiran dan perbuatan kita yang baru. Semestinya kita menyadari bahwa tahun baru hanya mendekatkan kita pada kematian. (Abdy Busthan)

Ada dua hal yang harus Anda lupakan dalam kehidupan ini:
1) Kebaikan yang Anda lakukan kepada orang lain;
2) Kesalahan yang orang lain telah perbuat kepada Anda

Ketika Anda melakukan dua hal ini, maka anda sudah melakukan tindakan kemanusiaan yang sangat sempurna. (Abdy Busthan)

Bahagia itu sederhana, cukup letakkan sesuatu pada tempatnya. (Abdy Busthan)

Kebencian itu hanya akan membuat semuanya menjadi statis! (Abdy Busthan)

Kamu adalah kegalauan ketika kamu membenci seseorang. Dan galau akan menghantarkanmu pada sedih yang tak berujung. (Abdy Busthan)

Sekarang dan selamanya, semuanya terasa baik. (Abdy Busthan)

Tanpa persoalan, kehidupan tak akan pernah bernilai (Abdy Busthan)

Biasanya, seorang yang lebih dari dua kali meminta maaf, bisa mengulangi lagi kesalahannya (Abdy Busthan)

Sesungguhnya kebahagiaan, kita tidak tahu apa artinya, bagaimana mengukurnya, dengan cara apa mencapainya. Tetapi yang kita tahu adalah bagaimana menghindari ketidakbahagiaan saja! (Abdy Busthan)

Sering sekali dalam doa yang kita panjatkan, kita lupa menggunakan kalimat "Biarlah kehendak-MU yang terjadi, dan bukan kehendakku yang jadi". Akibatnya, kita terperangkap dalam sebuah keragu-raguan yang tak berujung. (Abdy Busthan)

Keadilan itu seperti kedua bola mata mu! (Abdy Busthan)

Saat-saat paling terindah dalam hidup ini adalah, ketika kita jatuh, Tuhan mengulurkan tangan-Nya, dan kita pun dimampukan Tuhan tuk berjalan kembali, bahkan "lebih baik" dari sebelum kita jatuh! (Abdy Busthan)

Jika Anda sendiri merasa damai, setidaknya ada sedikit kedamaian di dunia ini. Kemudian bagilah rasa damaimu itu kepada semua orang, maka semua orang akan merasa damai. Akhirnya, dunia pun akan menjadi milik Sang Damai. (Abdy Busthan)

Agama akan menjadi penyakit saraf yang mengganggu manusia sedunia. (The future of an Illusion-Sigmun Freud)

Saya akan percaya kepada semua orang, kecuali mereka yang datang dan bilang ke saya bahwa, mereka bisa di percaya (Abdy Busthan)

Ketika orang berkata: "Saya tidak sebodoh itu, bahkan tidak segila itu", Maka seringkali artinya: dia justru lebih bodoh dan lebih gila dari yang dia kira itu. (Abdy Busthan)

Setiap orang diantara yakin akan datangnya KEMATIAN, sementara kita tidak melihat seorang pun bersiap-siap menghadapi KEMATIAN itu. Setiap orang diantara kita yakin akan adanya SURGA, sementara kita tidak melihat ada yang berbuat baik agar bisa masuk SURGA. Bahkan setiap orang di antara kita yakin dengan adanya NERAKA jahanam, sementara kita tidak melihat orang yang takut terhadap NERAKA jahanam itu. (Abdy Busthan)

Menjalani kehidupan ini, ibarat setangkai bunga mawar ditengah belukar. Penuh dengan duri, tapi juga penuh dengan madu. Tinggal pilih mau madu atau durinya? (Abdy Busthan)

Seharusnya kita menyadari bahwa kita berpotensi untuk merdeka. (Abdy Busthan)

Kabar baik hari ini sama seperti kemarin, yakni: "Tuhan masih mengasihi saya dan anda". (Abdy Busthan)

Jika sebuah kehormatan adalah mistik legalitas, maka sudah seharusnyalah bagian terbaik dari kecantikan, adalah juga bagian yang tidak dapat direpresentasikan oleh sebuah gambar. Masih pantaskah kritik estetis dipersoalkan? (Abdy Busthan)

Melihat, menyimak dan mersakan apa yang terjadi dalam hidup ini, maka saya berasumsi bahwa hidup ini selalu menyenangkan dan sangat menyenangkan, bahkan akan selalu menyenangkan. Begitu indah, begitu romantis dan begitu menggoda. Membuatku saya semakin menyadari bahwa Tuhan itu sangat melankolis dan teramat romantis, bahkan fantastik ! (Abdy Busthan)

Saya belajar dari kegagalan, tapi saya tak mungkin luput darinya. (Abdy Busthan)

Orang yang sombong pasti akan jatuh berkeping-keping (Abdy Busthan)

Atas nama kebebasan, manusialah makhluk penghancur kebebasan! (Abdy Busthan)

Jika saya bisa, saya hanya mau berada di belakang! (Abdy Busthan)

Kebenaran tidak bisa terukur dari kebenaran. Tapi lawan katanya! (Abdy Busthan)

Kegagalan adalah bagian dari kehidupan. Ini yang harus dipahami agar kita tidak berhenti sampai di sini (Abdy Busthan)

Segala jenis kekuasaan yang ada di planet bumi pasti akan berakhir, tetapi Kristus kekal selamanya! (Abdy Busthan)

Saya pikir, Tuhan tidak melihat berapa besar presentase kerohanian kita, tetapi berapa besar "ketulusan" kita. Bisakah kita membayangkan para rohaniawan hebat sekelas Imam Kayafas yang akhirnya menyalibkan KRISTUS? Lalu siapa sangka seorang pembunuh berdarah dingin sekelas Paulus justru bisa menjadi penginjil terhebat? Siapa pula yang bisa menyangka seorang pengemis sekelas Lasarus dapat terangkat ke surga? Masih ragukah kita tentang seorang penyamun di sebelah kanan Yesus, yang dengan ketulusan hatinya ia menikmati Firdaus seketika itu juga? Ya, hanya percaya pada Kristus dengan ketulusan hati yang akan mengantarkan kita pada Sang Khalik. (Abdy Busthan)

Pikiran picik, apapun bentuknya, hanya akan terlihat di garis start, tetapi akan lenyap di garis finis. (Abdy Busthan)

Kalimat yang menyatakan bahwa "Tuhan selalu berpihak pada orang yg benar", adalah kalimat yang benar-benar terbukti kebenarannya. (Abdy Busthan)

Agama berangkat dari sebuah keyakinan, semantara ilmu pengetahuan selalu berangkat dari keragu-raguan. (Abdy Busthan)

Kemerdekaan tidak akan pernah menjadi kemerdekaan yang sesungguhnya, jika kita hidup seperti orang yang tidak pernah merasa merdeka. (Abdy Busthan)

Luangkan waktu untuk bicara, sehingga kita tidak lebih dini untuk menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah. (Abdy Busthan)

Kita akan segera mengetahui pikiran Tuhan". (Stephen Hawking)

Perubahan tidak mungkin menjadi perubahan, sebelum terjadi perubahan. (Abdy Busthan)

Masalah merupakan persoalan ketika persoalannya mulai dipersoalkan. (Abdy Busthan)

Saya pikir memandang sesuatu dari sudut pandang orang lain, adalah hal yang sangat penting. Jika itu menyakitkan hati, sangat mungkin itu juga menyakiti orang lain! (Abdy Busthan)

Terkadang melihat kebelakang itu penting, salah satunya adalah dengan memastikan bahwa tidak ada bagian penting yang tertinggal. (Abdy Busthan)

Saya meyakini bahwa hukum itu dasarnya heteronom, sedangkan moral itu otonom! Keduanya berbeda secara subjek, otoritas, tujuan dan sanksi. (Abdy Busthan)

Bahagia yang paling bahagia adalah berbahagia dengan kekurangan yang kita miliki. (Abdy Busthan)

Ketulusan mampu mengantarkan kita pada kemenangan visual yang sifatnya kekal. (Abdy Busthan)

Manusia itu tempatnya salah, tapi tidak selamanya harus salah! (Abdy Busthan)

Hidup tanpa musik, bagaikan hidup di ujung belati! Musik bagi saya, benar-benar merupakan pencapaian spesies manusia yang "distingtif ". (Abdy Busthan)

Dengan musik, kita dapat mengklasifikasikan dunia dengan metafora apa saja yang terkandung didalamnya. Karena secara virtual, seluruh pemikiran abstrak kita dibangun dari penalaran metaforis. (Abdy Busthan)

Tanpa musik, kita mungkin takkan dapat mengembangkan berbagai institusi dalam hidup dan kehidupan ini. (Abdy Busthan)

Musik merupakan bukti terbaik yang dapat kita miliki atas keluhuran kemanusiaan kita. Warnailah dunia ini dengan sejuta musik! Sekarang! (Abdy Busthan)

Jika Anda membicarakan kebenaran, tetapi justru Anda melakukannya dengan banyak membicarakan keburukan orang lain, maka secara kuantitatif bahkan kualitatif, Anda layak disebut sebagai ‘setan penghancur kebenaran’ yang paling sempurna! (Abdy Busthan)

Secara teoritis, saya meyakini bahwa hidup itu harus dinikmati. Tapi secara empiris, justru yang terjadi adalah sebaliknya. (Abdy Busthan)

Saya berpikir bahwa arloji, jam dinding dan sejenisnya, sebenarnya hanya membuat sang waktu menjadi terbagi-bagi dan dapat di ukur, serta di kuantifikasi saja. Sementara waktu yang di baca melalui arloji, dll, juga bersifat diskrit dan tidak lagi mengalir secara kontinyu. Sehingga manusia menjadi terbatas oleh waktu, dan ini pun menjadi temporalitas manusia, dimana jam selalu saja di dasarkan atas temporalitas manusia yang eksistensial. (Abdy Busthan) 

Semua media sosial hanya mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. (Abdy Busthan)

Apa yang telah kita lupakan seharusnya sudah kita maafkan.
Apa yang sudah kita maafkan, seharusnya sudah kita lupakan. (Abdy Busthan)

**************


Tentang Cinta

Cantik Itu Luka (Abdy Busthan)

Tidak ada wanita yang sempurna. Tapi wanita yang baik pasti ada! Siapakah dia? Pastikanlah itu adalah kamu! (Abdy Busthan)

Seandainya daun-daun pun berbisik, ia akan bercerita tentang hati ini. (Pance Pondaag)

Jika aku harus memilih, aku pasti memilih untuk tidak kembali lagi! (Abdy Busthan)

I will bring this love until I die (Abdy Busthan)

Wanita s'lalu ingin di sayang
Wanita s'lalu ingin di manja
Wanita s'lalu ingin di cium
Wanita s'lalu ingin dimandiin,
Pertanyaannya, bisakah wanita itu melakukan 4 hal di atas tanpa seorang pria? (Abdy Busthan)

Aku menunggu kabar darimu. Apapun kabarnya. Tetap ku tunggu. (Abdy Busthan)

Jika ada yang mengatakan cinta itu tak butuh harta, maka sebenarnya orang tersebut sedang berpikir terbalik. Karena yang sebenarnya justru harta yang tidak membutuhkan cinta (Abdy Busthan)

Beta pung hati su tawar, karena lu tarlalu banyak batawar! (Abdy Busthan)

Wanita yang saya cintai, terlalu indah untuk dilupakan (Abdy Busthan)

Kadang wanita memerlukan jamahan atau mungkin sedikit gigitan di daerah rawan kecelakaan-nya, agar Lalu lintas kehidupan kewanitaannya menemukan jati diri yang sesungguhnya. (Abdy Busthan)

Kita lebih tertarik untuk membuat seorang wanita percaya dan yakin seyakin-yakinnya bahwa kita terlalu mencintai dia, dari pada kita mencoba untuk mencintai wanita dengan segenap hati dan jiwa kita. Jika di balik, juga sama dengan itu. (Abdy Busthan)

Seumur hidupku aku tak pernah serius yang namanya wanita, namun ketika aku mulai serius, dia tak memberiku waktu dan kesempatan. (Abdy Busthan)

Hidup ini semakin tak beraturan, ketika seorang wanita seksi datang dan mengatakan cintanya melalui bahasa tubuh yang tajam dan akurat. (Abdy Busthan)

Rasa saling mencintai bisa tumbuh dan berkembang ketika kita memberi diri kita untuk di sayangi melalui dua hal, yaitu ‘kesepakatan’ dan ‘proses’. Mungkin yang tersulit diantara keduanya, adalah kesepakatan yang kadang tidak datang dari kedekatan. (Abdy Busthan)

Letakkan aku di situ! ditempat dimana kamu bernafas! (Abdy Busthan)

Esensi cinta adalah lain sayang lain dan lain bantu lain. (Abdy Busthan)

Hidup tanpa belaian sayang dari seorang wanita, bagaikan makan nasi ayam di dalam toilet yang ada closed nya! Anda bisa bayangkan sendiri, apa yang akan terjadi? (Abdy Busthan)

Yang pantas disebut KEKASIH adalah orang yang sanggup menjaga KESETIAAN terhadap pasangannya, ketika nyawa menjadi taruhan untuk tidak setia! (Abdy Busthan)

Saya hanya punya sepotong hati yang saya berikan padamu. Jikalau engkau sanggup untuk menjaganya, jangan biarkan terusik yang lain. (Abdy Busthan)

Cinta sulit di hindari. Semakin kita menghindarinya, justru semakin tak terhindarkan! Mungkin sebaiknya cinta itu dinikmati saja! (Abdy Busthan)

Kita hidup bersama selama ini, tapi kita tidak mampu untuk saling memiliki. Trimakasih untuk penipuan tercantik yang kau persembahkan padaku dengan sangat sempurna (Abdy Busthan)

Betapapun indahnya hubungan yang anda bangun, jika tanpa KEJUJURAN, maka hubungan itu hanya terlihat seperti sebuah bangunan megah yg dibangun di atas pasir (Abdy Busthan)

Apa jadinya jika aku tidak mampu melupakan dirimu? (Abdy Busthan)

If I love you,
If I missed you,
If I adore you,
And if I be anything for you,
I must always be faithful to my promise to you
(Abdy Busthan)

Sayang itu tanpa syarat,
Kalaupun ada syaratnya,
Pasti syaratnya tanpa syarat.
(Abdy Busthan)

Secara aksiomatis, semua orang punya hak untuk menyukai siapa saja, kapan saja, dimana saja, dan dengan cara apa saja! (Abdy Busthan)

Cinta itu esensinya memaafkan, bukan memanfaatkan! (Abdy Busthan)

Jika cinta dan sayang sudah terbagi dua, tiga, empat dan seterusnya, tidak mungkin ada cinta lagi di situ. Apalagi mau mengharapkan keadilan di situ? Yang ada hanya nafsu kedagingan yang sifatnya semu. (Abdy Busthan)

*****************************

Tentang Pendidikan:

Belajar tanpa berpikir, itu bukan belajar. Berpikir tanpa belajar, juga bukan berpikir. (Abdy Busthan)

Dengan belajar, kita bisa mengajar siapa saja. Dengan mengajar, kita bisa belajar dari siapa saja. (Abdy Busthan)

Jika Anda mengajar, fokuslah kepada anak-anak yang memiliki kemampuan dibawah rata-rata. Jika tidak, Anda bukan pengajar yang baik. (Abdy Busthan)

Dalam diri setiap anak, terdapat suatu usaha positif untuk berkembang; tetapi juga kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu. (Teori Belajar Humanistik - Abraham Maslow)

Mengajar yang berdampak, bukanlah dari kepala ke kepala, tetapi dari hati ke hati (Hendriks G Howard)

Jikalau apa yang kita ajarkan pada anak didik kita hari ini sama saja dengan hari kemarin, maka sebenarnya, kita telah merampas masa depan anak didik kita tersebut. (Abdy Busthan)

Kebebasan adalah unsur terpenting dalam lingkungan belajar.
(Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd)

Dalam belajar, kesalahan itu membenarkan kebenaran, bukan menyalahkan kebenaran.
(Abdy Busthan)

Oleh karena manusia itu "animal rasionale", maka tujuan pendidikan seharusnya mengembangkan akal budi, bukan mengakali si budi! (Abdy Busthan)

Ada yang menangis. Mengapa dia menangis? Belum tentu semua orang menangis. Itulah femonologi. (Prof. DR. H. Iskandar W, M,Sc)

Banyak orang mengaku kritis, tapi mentalnya krisis. (Abdy Busthan)

Imajinasi orang jenius jauh melebihi kecerdasannya.
Kecerdasan akademisi jauh melebihi imajinasinya.
Sulit membuat karya murni ketika berada dalam Institusi.
Darwin, Marx, Freud dan Einstein (ketika produktif), mereka adalah orang-orang cendekiawan, bukan akademisi! (Abdy Busthan)

Tangan kita tidak akan bergerak meraih sesuatu, bila hati kita tidak menghendakinya. Begitupun ketika menendang bola dengan kaki! (Abdy Busthan)

Kadang karakter seorang guru berkurang dan semakin menipis, karena tergerus oleh kebijakan yang sebenarnya merugikan guru. (Abdy Busthan)

Masalah pengetahuan, sebenarnya terletak pada "lebih banyak buku tentang burung yang ditulis oleh ahli burung, dari pada buku tentang burung yang ditulis oleh burung, dan buku tentang ahli burung yang ditulis burung sendiri. Demikian pun buku tentang tempe, haruslah ditulis oleh ahli tempe, dan bukan ditulis oleh tempe itu sendiri atau ahli kacang. (Abdy Busthan)

Guru yang menggunakan pola pikir sentralistik, monolitik, dan uniformistik dalam pembelajaran, ibarat dokter gigi yang sedang mengobati pasien yang terkena penyakit kelamin. (Abdy Busthan)

Belajar bukanlah persoalan bagaimana kita sudah mengetahui sesuatu itu terjadi, tetapi bagaimana kita mengetahui ‘dengan cara apa’ sesuatu itu bisa dapat terjadi menjadi sesuatu! (Abdy Busthan)

Ilmu adalah paradigma (Thomas Kuhn)

Perubahan tidak mungkin bisa terjadi, ketika kita terus melakukan hal yang sama berulang kali
(Abdy Busthan)

Saya pikir seseorang bisa menjadi teroris bukan karena orang itu jahat. Tetapi karena ia dangkal dalam berpikir, sehingga dengan mudah dipengaruhi. Dalam konteks ini, mungkin tidak diperlukan kehendak jahat untuk melakukan kejahatan, tetapi cukup dengan kedangkalan berpikir saja orang bisa melakukan kejahatan. (Abdy Busthan)

Sampai saat ini, saya masih berpikir bahwa dalam fenomenologi, setiap kondisi 'noema' selalu bersamaan dengan kondisi 'noetis'. Jika dunia dipandang sebagai noema (persediaan), maka sudah pasti ada noetis di situ (reaksi manusia). Transformasikan, buka, salurkan, simpan, tukar menukar, lalu singkapkan! sekarang! (Filsafat Teknologi-Abdy Busthan)

Manusia yang berbicara tanpa berpikir, akan membuat ia sulit membedakan yang mana manusia dan yang mana binatang. Apalagi ketika ia berbicara dan berpikir tanpa menggunakan hati nuraninya, maka sebenarnya ia sudah menjadi binatang yang sangat jenius! (Abdy Busthan)

Saya menyakini bahwa pendidik yang baik, tidak akan mencari-cari kesalahan, lalu menghakimi perbuatan orang lain. Jika ada pendidik yang demikian, maka sesungguhnya ia pantas untuk di didik kembali oleh nara didiknya sendiri. Atau bisa saja dia pantas untuk kita masukkan kembali ke Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).(Abdy Busthan)

Anda tidak mungkin menyusun kembali suatu realitas, hanya dengan mengubah bahasanya. Hal itu hanya menjadi 'prosais' yang tak berujung. (Abdy Busthan)

Hukuman dalam proses pembelajaran, seharusnya menghasilkan perilaku yang diinginkan. Bukan sekedar menghentikan perilaku yang tidak kita diinginkan. (Abdy Busthan)

Semakin besar kita meningkatkan pengetahuan kita, maka akan semakin besar kita mengungkapkan ketidaktahuan kita! (Abdy Busthan)

Saya tidak pernah mendapatkan apa-apa dari orang yang selalu setuju dengan pendapat saya, tetapi justru mereka yang selalu membantah pendapat saya yang membuat saya lebih maju.
(Abdy Busthan)

Mendidik manusia tanpa dasar ajaran EQ yang benar, itu sama saja dengan menciptakan setan yang sangat jenius (Abdy Busthan)

Guru yang baik, akan selalu melihat keseluruhan dari kue donat. Sedangkan Guru yang tidak baik, hanya melihat lubangnya. Ya, hanya lubangnya saja! (Abdy Busthan)

Seorang siswa tidak bisa di didik dengan orang yang membencinya. Apalagi dengan orang yang selalu berpura-pura tidak membencinya. (Abdy Busthan)

Logika itu terbatas! Jangan paksakan. (Abdy Busthan)

Sains tidak pernah berkompromi dengan pluralisme teori, sementara konsep manusia mengenai Tuhan, selalu bersifat plural! Inilah akar rumput persoalannya. (Abdy Busthan)

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget