Halloween Costume ideas 2015

Anton Gobay Katakan Perampokan Terhadap Dirinya Terencana, Begini Kronologisnya

Jayapura, SUARA.NABIRE l Korban perampokan di Arawa Bougenville pada tanggal 28 Januari 2021, atas nama Anton Gobay, yang merupakan Aktivis ULMWP, akhirnya angkat bicara atas peristiwa yang menimpa dirinya saat itu.

Anton mengaku perampokan tersebut sudah direncanakan dengan matang. Saat itu dirinya bersama kedua sahabatnya sedang duduk bersama, dan tiba-tiba muncul tiga gengster dengan memegang pisau dan pistol lalu menahan dirinya sehingga berhasil merebut tasnya yang didalamnya berisi emas 183 gram, serta uang K4000 dan License Penerbangan.

"Ketiga orang itu memegang tangan saya untuk merebut tas ditangan saya, sedangkan kedua teman saya melarikan diri tanpa menolong," demikian ungkap Anton

Berdasarkan pengakuan salah satu karyawan Bougenville, bernama Pama, beberapa hari sebelumnya memang terjadi perampokan berturut-turut di tempat yang sama dan jam yang sama, namun berbeda tanggal. Seperti salah satunya yang dialami juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, pada tanggal 13 januari 2021.

Sebby mengatakan tas yang dirampok didalamnya berisi uang, labtop dan HP, juga raib dirampok. "Saya kenal orang yang merampok kita, karena perampok itu mengaku bahwa ia melakukan perampokan atas perintah Jeffrey Pagawak," demikian ungkap Sebby

Setelah memastikan hal itu kepada Ketua OPM, ternyata benar bahwa perampokan tersebut disuruh oleh Ketua OPM karena dugaan melanggar protokol OPM, hingga Labtob dan HP telah dikembalikan kepada Jubir TPNPB. Sedangkan uang K44.000 masih di tahan oleh Jeffrey Pagawak hingga sekarang," ujar Sebby

Sayangnya, Anton Gobay yang dirampok pada akhir bulan Januari itu belum menerima barangnya, apalagi Anton ditakut-takuti dengan ancaman oleh Jeffrey.

Menurut Anton, Jefrey juga meminta dirinya menandatangani permintaan maaf kepada OPM, namun Anton menolak permintaan itu karena ia merasa tidak bersalah atas perjalanannya ke Bougenville.

"Perampokan itu kriminal bukan warning, entah mau kembalikan barang saya atau tidak. Bagi saya tidak masalah, yang masalah adalah perampokan itu persis Indonesia merampok orang Papua," tutur Anton.

Bagi Anton, perbedaan pendapat dalam perjuangan Papua Merdeka itu biasa dari dulu ada, dari perbedaan tentu akan ada solusi penyelesaian juga.

Anton memastikan tindakan perampokan dan kriminal yang dialaminya sangat melecehkan perjuangan dalam semangat nasionalisme sebagai seorang separatis bangsa, dan ada orang bermain dibalik layar dalam melaksanakan misi Indonesia.

"Rata-rata seluruh pejuang sosok Nasionalis Papua Barat, entah itu aktivis gerilyawan atau pun sipil, tidak pernah membangun karakter pejuang perampok seperti Jeffry Pagawak. Namun kenyataannya telah terjadi perampokan terhadap saya dan Sebby ditempat yang sama pula, yakni di arawa negara Bougenville," tutup Anton. (Red)
Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget