Halloween Costume ideas 2015

Puncak Jaya Jadi Kabupaten Pertama di Papua Yang Selenggarakan Diklat Prajabatan dan Latsar Tahun 2021 .

SUARA.NABIRE l Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S.Sos, MM., membeberkan bahwa sesuai keterangan Badan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Puncak Jaya menjadi Kabupaten pertama yang menyelenggarakan diklat prajabatan dan latsar di tahun 2021.

Demikian hal tersebut dikatakan Yuni saat membuka secara resmi penyelenggaraan Pendidikan Pelatihan Prajabatan bagi Kategori II dan Latihan Dasar Bagi Formasi umum CPNS Tahun 2013 di Aula Sasana Kawonak Kantor Bupati Puncak Jaya, pada Selasa (23/3/21).

Pantauan awak media hampir sebagian besar peserta memiliki usia yang tidak muda lagi bahkan mendekati pensiun dari unsur K2. Kendati demikian tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti pembukaan tersebut.

Pembukaan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD, Miren Kogoya, Si.Kom, Kapolres Puncak Jaya, AKBP. Drs. Mikael Suradal, MM., Dandim 1714/PJ yang diwakili oleh Pj. Kasdim Kapt. Inf. Daniel Sine, Perwira TNI Polri, Kabid Kepamongprajaan, Kepemimpinan dan Prajabatan BPSDM Papua, Rasfel Tabuni, SE., yang didampingi Kasubid Kepemimpinan dan Prajabatan Demsu, Jerry Aritonang, S. Sos

Hadir pula Wakil Bupati Puncak Jaya, Deinas Geley, S.Sos, M.Si., Sekda Tumiran, S.Sos, M.AP., bersama Pejabat Eselon II dilingkungan Pemda Puncak Jaya.

Dalam sambutannya, Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda mengungkapkan bahwa Prajabatan yang harusnya dilaksanakan pada bulan Juni 2020 tidak dapat dilaksanakan karena pandemi Covid-19. "Padahal pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk pembiayaan kegiatan diklat,” beber Yuni.

Yuni menjelaskan bahwa pihaknya mengakui untuk sampai ke posisi ini, angkatan tersebut butuh banyak pengorbanan baik waktu, biaya dan tenaga jajarannya karena terancam ditutup (close) oleh Pusat bersama Kabupaten lain.

"Penantian yang cukup lama hampir 9 tahun lamanya, disambut gembira dan syukur dengan dibukanya kegiatan tersebut," jelas Yuni.

“Puji Tuhan saat ini apa yang telah kita tunggu bertahun-tahun bisa dilaksanakan, bahkan menurut keterangan dari pihak Badan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, kita menjadi Kabupaten pertama dalam penyelenggaraan diklat prajabatan dan latsar di tahun 2021,” demikian terang Yuni.

Dalam kesempatan itu, Yuni menekankan bagi para peserta untuk wajib mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan bukan hanya sekedar formalitas saja, karena sebelum diangkat sebagai Pegawai Negri Sipil seorang calon pegawai wajib mengikuti prajabatan atau latsar.

Selain itu pelatihan juga dimaksudkan untuk memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, juga untuk membekali CPNS dalam memulai tugas pengabdiannya bagi bangsa dan negara.

Dalam kegiatan itu diungkapkan Yuni bahwa panitia penyelenggara dari BKPPD ikut melibatkan beberapa OPD terkait, seperti TNI/Polri, serta bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati.

Menutup sambutannya, Yuni berpesan kepada peserta Diklat Prajabatan untuk serius mengikuti pelatihan dan tidak kendur karena berasalan sebagai bagian dari keluarga pejabat penting.

"Kalian semua sama, tidak membedakan karena keluarga pejabat. Jangan bawa egoisme dan status keluarga dalam Diklat. Kalian harus fokus pada tugas yang diberikan yang pada akhirnya ada yang tampil sebagai yang terbaik." tutur Yuni.

Yuni memberikan warning jika ada perilaku peserta yang melanggar akan di coret sebagai peserta Diklat. Selain itu dirinya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada penyelenggara dari BPSDM Provinsi Papua dan mendorong untuk tahun depan mengusulkan untuk Diklat Prajabatan Formasi 2018 dalam daftar tunggu.

Secara pribadi Yuni juga menghaturkan terima kasih kepada Kapolres, Dandim serta DPRD yang telah mengawal dan berkontribusi hingga pelaksanaan terealisasi hari ini

Ditempat yang sama, Kepala BKPPD, Christomus Barguna, SE, M.Si., dalam laporannya memaparkan bahwa peserta dari K-2 berjumlah 335 orang, dengan rincian: golongan I sebanyak 199 orang, gololongan II sebanyak 133 orang, dan golongan III berjumlah 3 orang.

Sedangkan peserta pelatihan dasar/latsar berjumlah sekitar 212 orang yang terdiri dari golongan II sebanyak 123 orang dan gololongan III berjumlah 89 orang, sehingga total semuanya adalah 566 orang.

Menurut Christomus, yang unik dalam kegiatan itu adalah kehadiran peserta dari kabupaten lain, meliputi Kabupaten Puncak 1 orang golongan III K-2, Kabupaten Pegunungan Bintang 1 orang golongan II K-2, dan terdapat 1 orang pegawai penempatan dari pemerintah pusat yang diikutkan menjadi peserta dengan persyaratan tertentu.

Christomus selaku Kepala BKPPD Puncak Jaya, juga menerangkan bahwa Diklat Prajabatan dan Latsar kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Aturan baru yang ditetapkan oleh LAN RI mewajibkan target minimal sebagai prasyarat mutlak dalam penentuan kelulusan pesertanya.

Dikatakannya bahwa kehadiran adalah hal mutlak sebagai dasar scoring nilai CPNS menuju status PNS 100%. Pihaknya juga menjelaskan bahwa selain kehadiran, masih ada kriteria lain yang harus dipenuhi dan tidak menjadi jaminan bahwa CPNS yang ikut pasti lulus.

"Bagi peserta yang dinyatakan lulus akan diberikan surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPT), sedangkan bagi peserta yang tidak lulus akan diberikan surat keterangan telah mengikuti diklat prajabatan atau Latsar," tutur Christomus

Dijelaskan pula bahwa setelah di buka, peserta diberikan pengarahan umum dan pembagian kelas sesuai golongan. Kendati masih dalam masa pandemi panitia tetap melakukan pembinaan mental, fisik dan, disiplin (MFD) secara tegas dengan penerapan Protokol Kesehatan oleh pelatih dari jajaran Polres Puncak Jaya dan Kodim 1714/PJ. (Red-Humas PJ)

Editor: Jein & Jeni Imbiri
Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget