Halloween Costume ideas 2015

Tolak PT Blok Wabu di Intan Jaya, Ini Sikap Mahasiswa Intan Jaya Asal Kota Studi Sulawesi Utara

SUARA.NABIRE - Mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya yang saat ini studi di Sulawesi Utara, menyatakan dengan tegas menolak kehadiran PT Blok Wabu di Intan Jaya. Pasalnya mereka menganggap Perusahaan ini dikendalikan oleh kapitalis global, dan kehadirannya tanpa persetujuan rakyat serta mahasiswa Intan Jaya.

Kepada awak media ini mereka menegaskan bahwa PT Blok Wabu sedang dirancang oleh Indonesia dan Amerika Serikat demi kepentingan Investor Asing yang nantinya akan berunjung pada jatuhnya korban nyawa rakyat Pribumi Intan Jaya.

Demikian disampaikan oleh Aprianus Sani, salah satu Mahasiswa asal Intan Jaya kepada awak media ini, pada hari Senin (08/03/2021) melalui pesannya via Whatsapp.

Dikatakan Aprianus bahwa pada tanggal 7 April 1967 adalah awal malapetaka bagi rakyat bangsa West Papua melalui hadirnya PT raksasa Tembagapura di Timika Papua.

"Sejak Perusahan itu beroperasi, hingga kini pelanggaraan Hak Asasi Manusia serta pengrusakan hutan dan segalanya tidak lagi memakan sedikit korban," ungkapnya.

Hari ini, lanjutnya, dengan tegas kami nyatakan bahwa PT Blok Wabu kami tolak, karena ada banyak dampak buruk dan akan menimbulkan korban nyawa bagi kami rakyat Pribumi

Untuk itu dirinya meminta kepada pemerintah Indonesia di Jakarta dan Pemerintah Daerah Kabupaten Intan Jaya bahwa segera mencabut surat izin usaha dan mencabut surat yang telah masuk dari Pemerintah Pusat. "Rakyat dan pemilik hak ulayat sudah nyatakan tolak seratus persen," tegas Aprianus.

Aprianus meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua agar segera mencabut surat izin ekspololasi di wilayah Intan Jaya.

"Kami mengklarifikasi akan ada dampak buruk bagi rakyat sipil yang menjadi korban dalam sistem hegemonistik kolonial yang tidak adil hanya untuk menghancurkan rakyat sipil dan alam," katanya.

Maka kepada lembaga eksekutif dan legislatif Intan Jaya, Aprianus meminta segera membuat pernyataan sikap tolak kehadiran PT Blok Wabu

"Kami dengan tegas mengutuk aktor-aktor elit politik lokal yang memperjuangkan kepetingan pribadi dan kepertingan kapitalis. Jangan mengatasnamakan rakyat untuk akses kepentingan investasi dan ekpoloitasi PT Blok Wabu Kabupaten Intan Jaya," tuturnya

Mereka juga meminta kepada pemerintah pusat di Jakarta segera membuka dan mengijinkan wartawan Internasional untuk bebas masuk di Papua demi melihat dari dekat apa yang rakyat alami dan resahkan.

"Hentikan militerisme kapitalisme global akibat operasi Militer yang banyak mengakibatkan korban warga sipil," demikian tutup Aprianus mewakili seluruh mahasiswa Intan Jaya asal kota Studi Sulawesi Utara.

Yudas Sondegau, salah satu perwakilan mahasiswa juga menyatakan bahwa Wilayah Kabupaten Intan Jaya adalah milik warga setempat, dan bukan milik Jakarta. "Sehingga apa yang Jakarta mau buat tanpa bertanya kepada rakyat setempat, itu sudah jelas sebuah kekeliruan," ungkapnya

"Sikap dan pandangan pemerintah pusat seperti itu kami katakan sudah jelas keliru sekali," ungkapnya.

Mewakili mama-mama asal Intan Jaya, Henderika Sani, juga menyatakan bahwa mereka mengetahui bahwasanya perusahaan itu hadir dan akan mengorbankan anak-anak mereka.

"Kami juga akan di cap oleh Militer bahwa kami Tentara Pembebasan Nabsional Papua Barat (TPNPB), sehingga jelas kami tolak," pungkas Henderika Sani.

Ditambahkannya, banyak pengalaman terjadi seperti terdapat dua pemuda di tembak mati, dan ada satu anak sekolah ditembak. "Lebih parah lagi kalau PT Blok Wabu ini kami izinkan. Jadi, apapun asalannya dan tawaran dari pemerintah pusat maupun daerah, pada prinsipnya komitmen kami tegas menolak," demikian tutup Henderika Sani mewakili ungkapan nurani mama-mama asal Intan Jaya. (Red)

Kontributor: Musa Boma
Label:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget